Senin, 15 November 2010

Penciptaan Kembali Tubuh Kita di Akhirat

Pokok Bahasan     :  TAUHID
Judul                    :  Penciptaan Kembali Tubuh Kita di Akhirat
Nara Sumber        :  Al Ustdz. Al Habib Umar bin Abdurrahman Assegaf


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yakinkan oleh kamu bahwa kita punya badan akan dikembalikan seperti keadaan semula di akhirat nanti. Mengenai penciptaan kembali badan kita kelak di akhirat, ada 2 pendapat ulama yang berbeda, yaitu:
1.    Pendapat Pertama: Setelah badan kita dicerai-beraikan dan Allah menghilangkan semua sifat, kemudian Allah menciptakan kembali dalam keadaan yang baru secara keseluruhannya seperti keadaan kita sewaktu hidup di dunia.
2.    Pendapat Kedua: Allah cerai-beraikan bagian-bagian dari badan kita sehingga menjadi “zisim” (bagian yang masih dapat di bagi-bagi lagi), kemudian memecahnya lagi sehingga menjadi “Jauharon” atau “Neotron” (bagian yang sudah tidak dapat di pecah-pecah lagi), kemudian baru Allah menyatukannya kembali.

Seluruh badan dari umat manusia akan hancur, kecuali jasad dari para Anbiya (Nabi-nabi) dan jasad dari orang-orang yang mengikuti jejak ajaran dari para Nabi. Bumi tidak dapat memakan jasad para Nabi-nabi serta pengecualian untuk orang-orang yang antara lain seperti:
·        Para Syuhada (orang yang mati Syahid dalam membela agama Allah).
·        Orang yang terbunuh karena membela kebenaran, mempertahankan kehormatan istri dan keluarga serta hartanya.
·        Orang yang menjaga waktu Shalat (karena Allah) untuk ber-azan.
·        Ulama yang mengamalkan ilmunya.
·        Orang yang melazimkan membaca Al-Qur’an dengan menjalankan adab-adabnya serta mengamalkan isi dari Al-Qur’an.
·        Dan golongan manusia yang lain yang telah Allah tentukan.

Dalam hal mengembalikan sifat-sifat yang ada pada manusia, seperti: tinggi badan, warna kulit,  bentuk muka, tingkah laku dan lain sebagainya. Maka ada 2 pendapat ulama yang berbeda:
1.    Mayoritas ulama berpendapat bahwa sifat keadaan tubuh kita akan dikembalikan sesuai dengan apa yang ada pada tubuh kita sewaktu hidup di dunia.
2.    Tidak dapat dikembalikan secara mutlak, akan tetapi dikembalikan dalam bentuk sifat-sifat yang lain.

Yang terbaik menurut Imam As’Ari adalah menyerahkan segalanya kepada kehendak Allah SWT.

Dalam hal dikembalikannya masa atau waktu, ada 2 pendapat ulama yang berbeda, yaitu:
1.    Pendapat Pertama: Akan dikembalikannya zaman yang telah dilalui oleh badan kita untuk menjadi saksi yang meringankan ataupun saksi yang memberatkan.
2.    Pendapat Kedua:  Tidaklah mungkin berhimpunnya atau berkumpulnya masa  pada satu waktu, seperti menyatukan masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.

Akan tetapi pendapat yang ke-2 ini dibantah oleh ulama yang mengajukan pendapat yang pertama. Mereka beralasan bahwa diputarnya masa itu berurutan akan tetapi dengan waktu yang dipersingkat. Seperti perjalanan hidup kita mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa hingga memasuki masa tua.


CATATAN:
Ini saja yang dapat al-faqir rangkum dari isi penjelasan ta’lim yang begitu luas yang disampaikan oleh Al Ustdz. Al Habib Umar bin Abdurrahman Assegaf. Semoga rangkuman ini dapat bermanfaat dan menjadi motivasi dalam menuntut ilmu.
Afwan Al-faqir tidak mencantumkan nama kitab dan pengarang dalam setiap rangkuman yang al-faqir kirimkan, karena ada permintaan dari Al Ustdz untuk tidak mencantumkannya. Karena disamping mengunakan kitab utama, beliau juga mengunakan kitab-kitab lain sebagai referensi untuk memperjelas dalam menerangkan permasalahan yang ada dalam kitab utama yang dibaca, harap dapat di maklum, terima kasih. 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Diterbitkan dalam rangka mengajak untuk menghadiri Majlis Ta’lim AL KIFAHI AL TSAQAFY. Kritik & Saran dapat disampaikan melalui E-mail:  hsn_5805@yahoo.co.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar